Setidaknya Tinggalkanlah Warisan Demokrasi yang Baik

by -1320 Views
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan para kader Demokrat.

Jumat, 12 Mei 2023 – 00:00 WIB

VIVA Politik – Langkah Presiden RI Jokowi yang bertemu enam ketua umum partai politik di Istana Negara, beberapa waktu lalu masih jadi sorotan. Pertemuan itu disindir karena dugaan Jokowi punya kepentingan terkait Pilpres 2024.

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyindir sebaiknya pemerintah tak usah ikut campur terlebih menitip nama bakal calon presiden (bacapres) dan calon wakil presiden (bacawapres) 2024. Ia meminta pemerintah agar tetap fokus mengurus rakyat. Bagi dia, cara itu sama dengan intervensi pemerintah dalam demokrasi.

“Ini bisa dianggap intervensi bahkan intimidasi dalam bentuk halus. Karena bukan ranahnya pemerintah memikirkan siapa capres dan cawapres selanjutnya,” kata Herzaky dalam keterangan tertulisnya, Kamis 11 Mei 2023.

Pun, dia meminta Jokowi agar tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai pimpina di sisa waktunya ini.

Dia bilang, jika saat ini pemerintahan Jokowi masih ada sejumlah pekerjaan mengurus rakyat yang belum terpenuhi. Maka itu, sebaiknya merealisasikan ikhtiar untuk memenuhinya. Kata Herzaky, bukan malah sebaliknya sibuk mengurusi urusan politik jelang 2024.

“Kalau berharap ada keberlanjutan pembangunan, silahkan pemerintah merancang cetak biru pembangunan. Baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang seperti di era Pak SBY. Menyiapkan fondasi pembangunan buat era selanjutnya,” jelasnya.

Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi.

Photo :

  • Biro Pers Sekretariat Presiden.

Halaman Selanjutnya

“Bukan malah sibuk dorong koalisi A atau koalisi B, dorong capres A atau B, cawapres C atau D,” jelas Herzaky.

img_title



Sumber: www.viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.