PDIP dan Gerindra Pisah Jalan, Sama-sama Ngotot Capres

by -1977 Views
Megawati Soekarnoputri Bertemu Prabowo Subianto

Kamis, 13 April 2023 – 12:10 WIB

VIVA Politik – Wacana pembentukan koalisi besar menuju Pilpres 2024 yang digagas partai politik pendukung pemerintah masih alot. Salah satunya diduga karena penentuan figur yang jadi capres dan cawapres.

Pakar politik M Qadari menganalisa alotnya pembentukan koalisi besar karena ada beberapa hal. Dia menyampaikan analisanya diawali dari sudut pandang Presiden Jokowi.

“Begini, kalau saya melihat dari kacamata Pak Jokowi, pak Jokowi pada hari calonnya itu ada dua. Sebelum batalnya Piala Dunia itu calonnya Ganjar kemudian Prabowo,” kata Qadari dalam Apa Kabar Indonesia Malam tvOne yang dikutip VIVA, Kamis, 13 April 2023.

Namun, menurut dia, setelah RI batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20, Prabowo Subianto ada di urutan pertama lalu Ganjar Pranowo sebagai capres yang didukung.

“Jadi, Pak Jokowi menurut saya tetap berkepentingan untuk mengayomi. Gitu loh. Memelihara, untuk tetap menjaga dua tokoh ini tetap punya dua peluang ke depan,” jelas peneliti senior Indo Barometer tersebut.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Presiden Jokowi saat di Boyolali.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Presiden Jokowi saat di Boyolali.

Bagi dia, perkembangan pertarungan menuju 2024 masih tentatif. Menurut dia, istilahnya seperti masih bayang-bayang semu. 

Halaman Selanjutnya

Tapi, ia menganalisa persaingan 2024 nanti bisa tiga pasang capres atau dua capres. 

img_title



Sumber: www.viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.