Membangun Pertahanan Tak Bisa Bertumpu APBN, Hasto: Mari Berpikir Kreatif

by -151 Views
Hasto Kristiyanto di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI

Selasa, 16 Mei 2023 – 19:22 WIB

VIVA Politik – Perwira TNI sebagai calon pemimpin ke depan, harus membangun imajinasi tentang kekuatan pertahanan Indonesia untuk menjadi yang terkuat. Itu diantara yang dikatakan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Hasto yang juga Dosen Universitas Pertahanan atau Unhan RI, itu mengatakan dalam kuliah umum bertema geopolitik Soekarno, di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI. 

Hasto memberi kuliah umum bertema “Membangun Kekuatan Pertahanan Negara Berdasarkan Teori Geopolitik Soekarno” di hadapan ratusan perwira siswa pendidikan reguler (Pasis Dikreg) Angkatan ke-52 Sesko TNI, di Bandung, Selasa 16 Mei 2023. Jajaran Sesko TNI dipimpin Komandan Sesko Marsekal Madya TNI Kusworo.

“Mari berani berimajinasi. Karena imajinasi lebih hebat dari pengetahuan. Itu kata Einstein. Tahun 1927 Bung Karno di Kota Bandung ini berani mengimajinasikan Indonesia merdeka, padahal kekuatan Belanda saat itu adalah salah satu yang terkuat di dunia. Apa rahasia kita merdeka? Itu adalah the power of idea and imagination,” kata Hasto.

“Para pendiri bangsa kita menyebut idea over opinion. Jadi maksudnya, bagaimana misalnya sekarang kita imajinasikan kekuatan militer kita akan terkuat di Samudera Hindia misalnya, sehingga Indonesia menjadi pintu gerbang kemajuan di Pasifik. Dengan imajinasi dan ide tersebut, mari kita siapkan langkah strategisnya,” tambah Hasto.

Harus tumbuh keyakinan dari para perwira TNI, bahwa Indonesia punya syarat untuk menjadi negara hebat. Termasuk di dalamnya adalah kekuatan militernya. 

“Lalu bagaimana caranya pertahanan kita menjadi disegani dan menjadi penjaga perdamaian dunia? Takkan bisa kalau hanya mengandalkan APBN. Tapi harus dengan strategi geopolitik. Kita tak bisa diam saja dan tak membangun disain masa depan kekuatan pertahanan negara kita. Dan kita jalankan siklus geopolitik Bung Karno dengan menegaskan national interest kita, lalu Indonesia melibatkan diri dalam berbagai persoalan global, dan melalui diplomasi luar negeri dan pertahanan, kita perjuangkan kepentingan Indonesia atas dasar konstelasi geografis,” jelas Hasto.

Halaman Selanjutnya

Hasto juga memaparkan pemikiran geopolitik Soekarno yang bercorak kritis sebagai Progressive Geopolitical Coexistence. Pemikiran itu merupakan alternative of view pemikiran geopolitik Amerika, Eropa dan Asia. Pemikiran geopolitik Soekarno adalah menjaga kedamaian, itu berbeda dengan pemikiran barat.

img_title



Sumber: www.viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.