Bagi Herman Khaeron, Moeldoko Ingin Jegal Anies jadi Capres dengan Membegal Partai Demokrat

by -170 Views
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Herman Khaeron

Kamis, 13 April 2023 – 21:12 WIB

VIVA Politik – Ketua Badan Pembina Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOPKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron menanggapi bantahan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko bahwa upaya hukum peninjauan kembali (PK) yang diajukan untuk menggagalkan Anies Baswedan yang diusung sebagai bakal capres oleh koalisi perubahan, termasuk di dalamnya adalah Partai Demokrat.

“Bagaimana mungkin tidak. Dia sudah punya motif untuk merebut Partai Demokrat dan dia juga berada pada lingkaran pemerintah dan tentu motif-motif untuk bisa mengambil ataupun menggagalkan posisi pencalonan Anies sebagai Presiden, ya pasti terindikasi,” kata Herman di Gedung DPR pada Kamis, 13 April 2023.

Oleh karena itu, Herman mengatakan Moeldoko sulit untuk menyangkal bahwa pengajuan PK ke Mahkamah Agung dalam rangka melakukan penjegalan. Sebab, kata dia, Moeldoko gugatannya sudah berkali-kali ditolak.

“Oleh karenanya, sudah sulit untuk menyangkal lah dengan situasi ini, dia kan sudah kalau 16 kali gugatan. Semestinya ya sudah tidak ada lagi perspektif lain gitu,” jelas anggota DPR RI ini.

Saat ini, kata dia, Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedang solid dalam koalisi perubahan untuk persatuan bersama Partai Nasdem dan PKS. Sehingga, Herman melihat Moeldoko mengajukan upaya hukum peninjauan kembali dengan dalih adanya bukti baru atau novum.

“Jangan karena Demokrat sudah solid dalam Koalisi Perubahan, kemudian melakukan lagi gugatan dengan novum-novum yang sebenarnya tidak ada novum baru. Kecuali kalau mungkin ada novum baru, masih kita anggap dia punya alasan kuat untuk bisa mengajukan, tapi ini kan tidak ada novum baru gitu. Bahkan, dua novum yang diajukan itu hanya sebagai informasi, 2 novum juga sudah pernah kalah, yang diajukan sebelumnya,” tegas dia.

Maka dari itu, Herman meminta Moeldoko tidak perlu mengelak lagi kalau upaya hukum yang diajukannya itu motifnya untuk menggagalkan Anies Baswedan sebagai bakal calon Presiden RI 2024. Kecuali, kata dia, Moeldoko bisa menunjukkan niat dan moralitas yang baik.

Halaman Selanjutnya

“Artinya, bahwa kalau tidak ada motif terhadap penggagalan Anies Baswedan dalam pencalonan presiden, kemudian merebut Partai Demokrat untuk hasrat dan keinginan politiknya, untuk apalagi? Jadi sudahlah tidak ada argumentasi, kecuali kalau dia bisa menunjukkan niat baik, menunjukkan moralitas yang baik, dengan tidak mengganggu lagi Partai Demokrat, baru kita percaya,” pungkasnya.

img_title



Sumber: www.viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.